Peta Hidup

    peta hidupku…. tak menentu rencana hidupku berantakan cita-cita ku tak tergapaikan   hancur sudah…..  semua telah sirna …  tinggal kepingan kecil dari sebuah impian   satu persatu kupunguti kepingan kecil itu ku kumpulkan ku kembalikan ia menjadi bangunan masa depan indah… damai….. tentram…….

Maafkan Aku

maafkan aku … diriku.. diriku tak bisa menempatkanmu pada tempat itu….. penuh kebahagiaan  penuh keindahan penuh arti kehidupan   maafkan aku diriku…. tempat itu semakin jauh dariku… tapi… tenanglah … kan kubawa kau ke pelabuhan di sana engkau bebas memilih tempat yang ingin kau singgahi…. selain tempat itu….

Lembar Putih

Untukadikku tercinta yang tengah berulang tahun   Pada lembar putih tergoreskan segala ucapan yang tak sampai terlukiskan segenap yang tengah lerai dik, kuukir senyum juangmu disini tuk lukiskan segenap warna rasa   pada lembar putih kugoreskan tinta menuangkan suasana hati dik, ku tulis nama indah harapmu disini di hari istimewamu ini tuk ucapkan selamat ulang…

Teman

Teman… Langkah ku gontai… Menatap lambai Yang tak lagi amboy Hilang… Tak ada jiwa lunglai Membayang Tanpa senyum basah merenyah Kini Cukuplah senja Menanti malam Tanpamu Selamat beradu dalam Bahtera mu Kau  Dan huruf-huruf mimpimu

UNTUKMU, JELITA

Kupergi dengan sebuah asa Yang mendidih dalam jiwa Banjir tangismu tak ada guna Tuk cengkeram langkah beta             Dunia bilang penjara suci             Ku di sini menata hati             Untukmu, sandaran hati             Teman di hari tua nanti Denting arloji bersuara Raga kian tersiksa Gundah bermuram durja Kala terbias senyummu, oh jelita             Ufuk timur…

Selembar Daun

Aku sedang memejamkan mata Memikirkanmu Ketika selembar daun Bagai beludru Biru keemasan warnanya Tiba-tiba jatuh ke pangkuanku Kuelus daun yang seperti basah itu Dalam keriangan bocah Ah, pasti kau yang mengirimkannya, bukan? Seperti semua yang tiba-tiba Datang membahagiakanku Semoga isyarat Dari mu: cintaku kau terima

JERITAN HATI

Hujan airmata menahan perih Kupaksa kaki walau dengan tertatih Mendekam dalam jeritan buih Tanpa dirimu di sini, oh kasih   Simfoni indah desiran hujan Di bawah temaram sinar rembulan Hening malam tak terbantahkan Bersimpuh atas nama Tuhan   Semua berlalu tanpamu Tapi kulakukan semua untukmu Kusimpan rapi dalam memoriku Kenangan indah yang berlalu   Oh…

Lantun rindu berembun

Terulang kembali Kenangan tanpa kelabu Rindu bertabur ,menyambut Kesendirian benalu –benalu kalbu Tanpa kuduga Kelopak pun jatuh bersama bulir-bulir Embun Mimpi berlantun lambangkan secercah anugerah tuhan Buat jiwa pelamun Aku tebangun Menatap embun-embun itu Hilang terserap para penyamun Tentang kau Sehijau daun

IBU

IBU Engkau bagaikan rembulan Yang selalu menyinari sanubariku Dengan cahaya kasih sayangmu           Engkaulah yang menuntunku Menuju jalan kupu-kupu Kasih dan sayangmu Bagaikan udara yang tak mampu Ku menerpanya Hanya bait-bait doa Yang bisa ku panjatkan Pada dsang maha kuasa Dengan harapan semoga yang maha kuasa Membalas semua jasamu Dengan kasih sayangnya                                 Dalam bermunajat…

Kakek Guru

Peluh tua itu tak  pernah berkarat Tak dapat di nominal kan,meski dolar Namun anda gadaikan – Pada senyum guru ;Guru-nya guru Riuh pejalan merambas bebatuan Anda antarkan. *** a.. ba…ta…tsa…. bercampur rotan -anda buka petang mangrib,kian menua menuangkan susu di da-da- da-da kacong desa. Belum habis juz amma yang kami teguk Syukur!!Susu itu segar di…

KOPYAH PUTIH…

 KOPYAH PUTIH… Kegembiraan menyelimuti ria Canda diselubungi oleh tawa Ditunggu oleh para pemuda Setelah menanti sekian lama                                                                                              SANTRI……. Ya dialah namanya Pulang membawa berkah Kembali dengan sejuta cerita   Pemuda berjiwa santri Berjiwa prestasi berakhlak tinggi Dihari ini tunjukkan pada dunia Ya..akulah seorang SANTRI SEJATI…..   SANTRI… Satu satunya harapan bangsa Harapan perkembangan agama…

Ken Imut

  Ken imut,  mari kita menjalani puisi ini dengan kenikmatan bersama Biarlah aku banting cermin waktu yang menghantui Sebab, malam menawarkan rupamu yang begitu menyuarakan indahnya   Ken imut, aku ikuti langkah gontaimu yang merdu, Dengan sebintik tangis yang mungkin selalu kau aungkan Melalui gerimis yang saat ini menghujani tubuhmu dalam perjalanan panjang dalam gersang…